Dua cincin, satu ikatan.
Logo Bali Tourism Reconnect tidak menggambar gunung, pantai, atau pohon. Ia hanya menggambar satu hal: hubungan. Dua lingkaran yang saling mengunci—sederhana, tenang, dan kuat—merupakan pernyataan bahwa kekuatan pariwisata Bali lahir dari pertemuan, bukan dari berdiri sendiri.

Bentuk
Mengapa dua cincin yang saling mengunci.
- 1
Cincin Teal
Laut yang mengelilingi Bali. Melambangkan kepercayaan, ketenangan, dan keberlanjutan—fondasi dari setiap relasi yang sehat.
- 2
Cincin Emas
Matahari dan kehangatan keramahan Bali. Melambangkan nilai, kualitas, dan kemakmuran yang dinikmati bersama.
- 3
Titik Kaitan
Inti dari “Reconnect”. Dua pihak yang terkunci tidak dapat dilepas tanpa memutus keduanya—kolaborasi bukan pilihan, melainkan kekuatan.
- 4
Lingkaran, bukan garis
Lingkaran tidak memiliki ujung. Relasi antar pelaku industri tidak berakhir pada satu acara atau satu kerja sama, melainkan berputar dan tumbuh terus.
Warna
Palet yang berasal dari pulau ini.
Teal
#08484DLaut dan kedalaman. Warna utama: kepercayaan dan keberlanjutan.
Deep Lagoon
#032F33Perairan yang lebih dalam. Digunakan pada latar gelap yang tenang.
Gold
#CB964CMatahari Bali. Aksen kemakmuran dan momen penting.
Bronze
#8C6224Tanah dan warisan. Versi emas yang lebih tenang untuk teks.
Sand
#F6F1E7Pasir pantai. Latar hangat yang menenangkan.
Ink
#1C2A2CMalam di Bali. Teks utama yang mudah dibaca.
Tipografi
Cinzel — untuk judul
Cinzel membawa bentuk huruf ukiran klasik: berwibawa, berketahanan waktu, dan mengingatkan pada tulisan pada candi dan prasasti. Ia dipilih agar setiap judul terasa seperti pernyataan yang dipegang teguh, bukan slogan musiman.
Montserrat — untuk teks
Montserrat bersih, geometris, dan ramah dibaca. Ia menjaga seluruh isi situs tetap profesional dan modern—keseimbangan bagi Cinzel yang klasik. Label menggunakan huruf kapital dengan jarak antar huruf yang lega, memberi ritme yang tenang dan disiplin.
Motif
Cincin yang terus berputar.
Motif dua cincin tidak berhenti pada logo. Ia hadir kembali sebagai garis emas tipis, latar cincin samar di balik setiap halaman, dan pemisah bagian yang tenang. Pengulangan yang konsisten inilah yang membuat identitas terasa utuh: pengunjung mungkin tidak menyebut namanya, tetapi mereka merasakan bahwa semua halaman berasal dari satu pulau dan satu niat yang sama.
Mari terhubung kembali
Bergabunglah dengan komunitas pelaku pariwisata Bali yang terus belajar dan tumbuh bersama.
Daftar Jadi Anggota